Ini Plus Minus Operator Berbagi Jaringan

Category : Teknologi

Hai Sobat Wali Reload, gimana kabarnya hari ini ? Alhamdulillah ya kalau sehat semuanya. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai “Ini Plus Minus Operator Berbagi Jaringan”.

JakartaNetwork sharing alias berbagi jaringan infrastruktur aktif, akan dikerjakan di Indonesia oleh operator seluler Indosat Ooredoo dan XL Axiata. Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) pun ikut angkat bicara soal plus minusnya.

Menurut Ketua Umum Mastel, Kristiono, network sharing mau tidak mau memang tidak dapat dihindari oleh operator seluler. Hanya saja, menurutnya, di negeri ini belum ada solusi yg pas buat network sharing.

“Persoalannya kan network sharing ini kaitannya sama operasional dan bisnis. Tetap ada yg namanya plus dan minus,” ujarnya ketika ditemui di gedung serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Plusnya, operator jadi lebih efisien. Sementara minusnya, kontrol mulai makin berkurang. Karena kontrol berkurang, maka kualitas layanan (QoS) juga mampu berkurang. “Memang tidak ada yg sempurna. Nah, itu yg perlu dicari formatnya,” ujarnya lebih lanjut.

Meski demikian, semangat bagi melakukan network sharing, jangan sampai melupakan komitmen modern licensing atau kewajiban buat operator bagi membangun infrastruktur di daerah tertentu.

Modern licensing mampu paralel dikerjakan dengan network sharing. Dari network sharing itu kan imbasnya efisien. Nah, dari itu juga diharapkan mampu memiliki kemampuan bagi membangun agar end user juga mendapatkan harga lebih murah. Harapannya itu. Cuma formatnya perlu dicari,” kata Kristiono.

Kristiono yg pernah jadi Direktur Utama Telkom pun menjelaskan, sebetulnya di dua negara telah ada yg menerapkan network sharing. Namun setiap negara memiliki perkara yg berbeda-beda.

Misalnya saja, seandainya di sebuah negara ada sesuatu operator yg mendominasi infrastruktur dibandingkan pemain lainnya, maka rata-rata tak terjadi network sharing.

Tetapi sebaliknya, kalau ada negara yg memiliki jumlah operator yg memiliki infrastruktur seimbang, itu memungkinkan dikerjakan network sharing.

“Kalau di Indonesia mungkin dibuatnya itu di luar dominant player. Kalau dominant player kan Telkomsel. Mungkin dapat dikerjakan Indosat dengan XL. Kalau itu dikerjakan dan selalu dikerjakan mulai terjadi balancing dengan sendirinya. Mungkin saja saat hal itu terjadi, Telkomsel mampu lakukan hal yg sama,” terangnya.

Saat ini, XL dan Indosat memang telah melakukan network sharing yg meliputi wilayah, seperti Banyumas, Surakarta, Batam, dan Banjarmasin. Direncanakan, kedua operator ini mulai memperluas kerja sama tersebut ke berbagai kota lainnya.

Dalam kesempatan yg sama, Menkominfo Rudiantara juga menyampaikan mulai mengubah pendekatan kepada operator dalam komitmen modern licensing. Pendekatan kali ini mengedepankan tingkat kualitas layanan.

Approach-nya diubah dari yg tadinya berdasarkan banyaknya infrastruktur, perubahannya mulai bertahap jadi service oriented, merupakan coverage dan service level,” kata menteri yg akrab disapa Chief RA itu.

Seperti diketahui, modern licensing yaitu salah sesuatu amanah yg diatur dalam Undang-Undang Telekomunikasi No. 36/1999 sebagai salah sesuatu produk liberalisme telekomunikasi yg ketika itu diputuskan oleh pemerintah.

Ketentuan ini harus diikuti oleh segala operator yg memperoleh izin lisensi penyelenggaraan layanan seluler yg pada periode tertentu diwajibkan menggelar infrastruktur jaringan, termasuk menggelar layanan komersial, serta membayar biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi untuk operator.

Modern licensing yg diberikan kepada suatu operator harus diiringi dengan komitmen pembangunan jaringan secara tertulis yg wajib dilaksanakan. Apabila tak dilaksanakan, maka operator tersebut terancam terkena sanksi denda sampai pencabutan lisensi.

Komitmen pembangunan tersebut berupa jangkauan kota (coverage), penetrasi populasi, atau kapasitas sambungan yg mulai terpasang yg mengikat.

Selain itu, modern licensing yaitu kebijakan yg dikeluarkan regulator untuk penyelenggaraan telekomunikasi dengan tujuan mendorong tersebarnya pembangunan infrastruktur teknologi keterangan dan komunikasi ke segala wilayah di Tanah Air.

“Kalau ini ditentukan jumlah BTS, engineering-nya kurang optimal. Tapi kalau terserah operator, mau sesuatu BTS, beberapa BTS, selama fokusnya pada coverage dan service level, seperti nomor drop call-nya maksimum berapa, jadi yg dinikmati masyarakat itu kan bukan jumlah BTS. Tapi coverage-nya, dan dia continues atau tidak,” jelasnya.

Penerapan aturan main baru modern licensing akan dikerjakan bertahap. Namun Rudiantara berharap, aturan main yg baru ini mampu langsung diimplementasikan.

“Saya cek nanti tahapannya seperti apa. Kalau aku berharap ini akan 2016. Bertahap ya, nanti kalian mulai evaluasi lalu kinerja, setelah itu kalian akan mencoba perbaiki,” tutupnya. (rou/ash)

Sumber: http://inet.detik.com

Gimana sob artikelnya tentang Ini Plus Minus Operator Berbagi Jaringan, Semoga bermanfaat untuk seluruh Sobat Wali Reload di seluruh Indonesia ya.

Avatar for Wali Reload

Author: 

Related Posts