Pemerintah RI Diduga Gunakan Server Di Sydney Untuk Program Mata-Mata

Category : Teknologi

Hai Sobat Wali Reload, gimana kabarnya hari ini ? Alhamdulillah ya kalau sehat semuanya. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai “Pemerintah RI Diduga Gunakan Server di Sydney untuk Program Mata-Mata”.

Jakarta – ‘Spyware’ atau software (perangkat lunak) mata-mata populer ‘The FinFisher’ – yg digunakan bagi menginfeksi ponsel dan komputer agar menempatkannya di bawah pengawasan -telah ditemukan di pusat data Sydney.

Menurut kelompok peneliti bidang teknologi, sebuah server proxy dalam pusat data ‘Global Switch’ di Ultimo, Sydney, digunakan bagi mengaburkan pengguna sebenarnya dari spyware tersebut, dalam hal ini adalah lembaga pemerintahan Indonesia.

Sebuah server proxy bertindak sebagai perantara yg melindungi identitas pengguna sebenarnya.

‘Spyware’ pengganggu -yang dikembangkan ‘FinFisher Gamma Group’ yg berbasis di Munich -ini dijual secara eksklusif kepada instansi pemerintah sebagai cara buat “membantu mengidentifikasi, menemukan dan menghukum penjahat serius”.

Namun, ada juga sejumlah masalah terdokumentasi di mana pemerintah sudah menyalahgunakan ‘spyware’ super invasif dengan menargetkan lawan politik mereka yg ada di dalam teritori dan di luar negeri.

Menurut lembaga ‘Privacy International’, FinFisher -baru-baru ini -digunakan oleh pemerintah Uganda bagi mengumpulkan “rentetan informasi” tentang lawan-lawan politik dan “mengontrol media”.

Di Bahrain, pemerintah setempat dituduh memakai teknologi ini bagi mengawasi tiga aktivis muda sementara mereka tinggal di Inggris. Ketiga aktivis itu mengatakan, sebagai hasil dari ‘pengawasan’ itu, mereka dikejar tanpa henti dan disiksa di tangan otoritas Bahrain.

Sekali digunakan, FinFisher bisa bagi mengontrol setiap komputer atau ponsel yg diinfeksi, menyalin file, mencegat panggilan Skype, dan mengaktifkan mikrofon atau webcam dari jarak jauh.

Server proxy di Ultimo berada di antara jaringan server FinFisher di segala dunia yg diresmikan oleh Bill Marczak, salah sesuatu tim peneliti di Citizen Lab.

“Apa artinya adalah bahwa keterangan dari target yg terinfeksi (dengan FinFisher) mulai melalui Australia sebelum mencapai server master akhir di Indonesia,” jelas Bill.

Penelitian ini juga mengungkap, Indonesia adalah salah sesuatu pengguna paling kadang dari ‘spyware’ FinFisher.

“Kami dapat mengidentifikasi sesuatu pengguna pemerintahan tertentu di dalam Indonesia, Lembaga Sandi Negara, tapi kita juga menemukan bukti bahwa ada banyak pengguna pemerintahan yang lain di dalam Indonesia, dengan kata lain, banyak lembaga terpisah yg memakai jasa terpisah dari FinFisher,” terang Bill.

Tak jelas lembaga pemerintah Indonesia mana yg bertanggung jawab bagi server proxy di Ultimo.

Lembaga Intelijen ‘ASIO’ dan Departemen Pertahanan Australia menolak memberikan komentar.

Damon Reid, direktur eksekutif pusat data ‘Global Switch’, juga menolak menjawab saat ditanya apakah perusahaannya menyadari adanya server FinFisher.

Damon justru merujuk pertanyaan itu kepada direktur pemasaran perusahaan di London.

Pada hari Senin (25/1), Kedutaan Besar Indonesia di Canberra juga dihubungi, tetapi tidak ada respon. Hingga ketika ini (26/1), belum ada tanggapan dari Badan Keamanan Cyber di Indonesia (Lembaga Sandi Negara).

Data intelijen Indonesia bocor

Selain laporan FinFisher, laporan intelijen Indonesia dari tahun dahulu yg berisi daftar sejumlah aktivis kemerdekaan Papua Barat terungkap. Laporan ini mencakup mahasiswa dan pemimpin Kristen, yg masuk dalam daftar aktif pengawasan.

Dokumen ini mengidentifikasi kelemahan mereka, termasuk “perempuan dan alkohol” dan “selalu mengeluh tentang kurangnya dana”.

Dokumen ini juga mendaftar tujuannya yakni buat “menekan dan memecah gerakan pro-kemerdekaan itu”.

Adam Molnar, dosen teknologi mata-mata dan hukum di Universitas Deakin, mengatakan, ada sangat sedikit transparansi dan pengawasan hukum terhadap alat bantu mata-mata yg kuat seperti FinFisher.

“Saya pikir itu memotong jantung masalah. Ada begitu sedikit transparansi dalam ruang ini, ada banyak rahasia dan aku pikir kalian perlu memperbaiki itu sedemikian rupa sehingga warga mampu menyadari macam layanan yg digunakan pemerintah mereka,” jelasnya. (abc/ash)

Sumber: http://inet.detik.com

Gimana sob artikelnya tentang Pemerintah RI Diduga Gunakan Server di Sydney untuk Program Mata-Mata, Semoga bermanfaat untuk seluruh Sobat Wali Reload di seluruh Indonesia ya.

Avatar for Wali Reload

Author: 

Related Posts